Label
- BLOG TUTORIAL (1)
- EVENT (4)
- HERBAL (4)
- INSPIRASI (6)
- PROFIL (5)
- SEJARAH (3)
- STUDY OR MY LESSON (6)
- TIPS DAN TRIK (6)
Kamis, 22 Oktober 2015
Jumat, 18 September 2015
Sejarah Kepramukaan Di indonesia
Sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang membentuk kepramukaan dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda kepramukaan disebut sebagai Padvinder. Di negara jajahannya, termasuk Indonesia, Belanda mendirikan organisasi Kepramukaan. Di Indonesia dikenal dengan istilah NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda.
Oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Karenanya kemudian muncul organisasi-organisasi kepramukaan pribumi yang kala itu jumlahnya mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll.
Sejarah terus berlanjut. Melihat maraknya organisasi kepramukaan milik pribumi yang bermunculan, Belanda akhirnya membuat peraturan untuk melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah "Pandu" dan "Kepanduan".
Sejak tahun 1930 timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk mempersatukan organisasi kepramukaan. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI merupakan gabungan dari organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra).
Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional yaitu Pandu Rakyat Indonesia yang dideklarasikan di Solo pada tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia saat itu.
Namun pada masa leberalisme, kembali bermunculan berbagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia).
Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta. Sedangkan POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden Powell (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Pada tahun 1959, PKPI mengadakan perkemahan besar untuk pramuka putri yang disebut “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.
Menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga coba dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya.
Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakukan penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka.
Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.
Presiden juga menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.
Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang.
Pada tanggal 30 Juli 1961, bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno), tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.
Presiden Soekarno menyerahkan panji kepramukaan |
Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang.
Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI) dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Senin, 14 September 2015
Kirab Desa Karangsari Pengkol Nglipar Gunungkidul
Desa
yang memiliki perbukitan tinggi di Nglipar ini Sabtu 21 juli 2015
melakukan kegiatan gelar budaya, agenda ini dalam rangka bersih desa,
puncak acara dilaksanakan dibalai desa Pengkol.
Event
tersebut baru dilaksanakan kali pertama sehingga meski tampak meriah
tetapi, masyarakat di desa itu ada yang belum tahu adanya event.
Sejumlah kesenian, seperti Jhatilan, gejok lesung,Reog sholawatan,karawitan
tampil di ahadapan publik. Acara tersebut dibuka oleh kabag pembangunan Bp Wartoyo desa pengkol dan kawan- kawannya.
Tujuan
acara di samping gelar budaya, juga untuk menyatukan misi melestarikan
aneka seni dan kenudayaan warga setempat. Pemerintah Desa merasa
senang adanya budaya yang masih berkembang dan lestari.
Gambar tumpeng kirab
Bahkan
budaya rasulan atau bersih desa tersebut akan diadakan setiap tahun,
meski untuk keseniannya sampai saat ini baru empat padukuhan yang
menampilkan kreasi seninya, kemudian dari tanggapan masyarakat jelas
sangat mendukung adanya acara tersebut,senada dengan itu kabag Pem Desa
Pengkol Muryanto pun mendukung agar kedepan acara selalu kompak serta
meningkat.
Kepala desa bapak Suharto, Dia mengatakan
adanya gelar seni dan budaya lokal Indonesia, agar kesenian dan budaya
yang ada tidak klaim negri lain,. Adapun rute perjalanan kirab budaya yaitu dari jalan kebonjero menuju pagutan dan kembali lagi ke kebonjero tepatnya di balai kelurahan pengkol. Para pesertanya tidak memandang usia muda ataupun tua boleh ikut meramaiakan acara tersebut.
Kamis, 10 September 2015
Cara Membuat Buntil Daun Singkong
Makanan ini sebenarnya hampir mirip dengan bothok hanya saja penyajiannya biasanya menggunakan saus atau kuah pedas yang berbahan dasar santan, dan perbedaan yang lain antara buntil dan bothok adalah, jika bothok daun pembungkusnya adalah daun pisang dan tidak bisa dikonsumsi, namun pembungkus buntil bisa dimakan juga langsung.
Di luar negeri khususnya di daerah laut tengah antara lain di Yunani serta Turki terdapat juga makanan sejenis buntil yang daun pembungkusnya juga berbeda yaitu menggunakan daun anggur muda serta di isi dengan nasi sebelum dibungkus shingga langsung bisa dimakan beserta nasi di dalamnya.
Nah untuk membuatnya akan saya bagikan resep specialnya yang pastinya akan membuat lidah anda tak mau berhenti mengunyah menikmati santapan istimewa ini. Untuk itu segera saja kita simak resep specialnya di Cara Membuat Buntil Daun Singkong Special Enak dan Nikmat yang berikut ini.
Bahan-bahan :
1/2 butir kelapa yang masih agak muda150 gram ikan teri medan
2 sendok makan petai cina
3 sendok makan minyak goreng (untuk menumis)

Bumbu-bumbu yang dihaluskan :
7 siung bawang merah
4 siung bawang putih
1 sendok makan ketumbar
4 buah cabai merah keriting
1 sendok teh terasi matang
2 cm kunyit
2 cm kencur
1 sendok teh gula merah
2 sendok teh garam
Bahan-bahan tambahan :
3 cm lengkuas, digeprak/dimemarkan
2 batang serai, digeprak/dimemarkan
5 lembar daun jeruk purut
2 lembar daun salam
15 buah cabai rawit merah, biarkan utuh
1 liter santan hasil parutan 1 butir kalapa
2 ikat daun singkong, pilih yang muda dan utuh
Tali katun untuk mengikat bungkusan
Cara Membuat Buntil Daun Singkong Special Enak dan Nikmat :
Kupaslah kulit ari dari kelapa, lalu parutlah memanjang, lalu campurkan bersama teri medan, petai cina serta bumbu yang halus. aduk-aduklahlah hingga rata.
Bagilah adonan hasil campuran kelapa menjadi 5 bagian lalu sisihkan. Susunlah setiap lembar daun singkong, lalu isikan dengan satu bagian adonan kelapa. Lipatlah dan gulung daun singkong kemudianikat erat-erat dengan menggunakan tali katun, lalu sisihkan.
Panaskan minyak, lalu tumislah bumbu yang telah dihaluskan, bumbu daun serta cabai rawit hingga tercium aroma harum dan tumisan matang. Tuangkanlah santan, lalu masaklah sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Masukkan gulungan daun singkong yang sudah dibuat sebelumnya, lanjutkan masak hingga mendidih, kecilkan api. Selanjutnya teruskan memasak hingga buntil matang dan kuah menjadi mengental, lalu angkat.
Nah demikian tadi resep membuat buntil yang special untuk anda.
Selamat mencoba dan berkreasi ...!!!!!!
sumber:www.menuinternasional.com/.../cara-membuat-buntil-daun-singkong.ht...
Langganan:
Postingan (Atom)











